Rabu, 26 September 2007
Jangan Pandang Harganya
Harga tanaman hias tak bisa dibandingkan dengan barang apa pun. Kalimat ini meluncur dari mulut kolektor, pedagang, bahkan pemilik tanaman hias di Surabaya. Alasannya, mahal tidaknya satu jenis tanaman hias bergantung dari selera pembeli. Mungkin tidak masuk akal bibit Anthurium jenmanni yang kini tengah naik pamornya mencapai Rp 500.000. Padahal, usia tanaman tersebut baru tiga bulan dan tingginya sekitar lima sentimeter. Tanaman hias dari famili Araceae tersebut kini paling mahal. Harga anthurium jenis wave of love (gelombang cinta) sekarang kalah jauh dari jenmanni. Bahkan jenmanni cobra satu lembar daun bisa mencapai Rp 4 juta, bahkan Rp 12 juta. Kalangan kolektor, menurut Sekretaris Paguyuban Pedagang Tanaman Hias (P2TH) Syamsul Arifin, umumnya memburu anthurium dan aglaonema. Kedua jenis tanaman hias ini harganya spektakuler karena relatif mahal. Seperti aglaonema tara mencapai Rp 1,5 juta - Rp 2 juta per daun dan widuri Rp 2 juta per daun. Bahkan red of sumatra bisa mencapai Rp 5 juta per daun. Khusus anthurium berbagai spesies yang hanya berupa daun bergelombang serta kekuatan pada warna batang dan daun, harga terus berfluktuasi. Perubahan harga tanaman hias anthurium berbagai jenis seperti pergerakan harga saham di bursa efek, tidak setiap hari, tetapi sudah hitungan jam, kata Bambang Sudoko, pedagang tanaman hias di Margorejo Indah, Surabaya. Oleh karenanya, tak jarang ketika sudah negoisasi dengan calon pembeli, ketika tanaman di antar harga berubah. Bahkan sesama pedagang tanaman hias pun tidak bisa mematok harga karena permintaan jenis anthurium memang tinggi. Bagi peminat yang bukan kolektor harga tersebut mungkin dinilai tidak masuk akal. Gelombang cinta fenomenal Menurut Didik, pedagang tanaman hias di Rungkut Tengah, tanaman jenis anthurium menjadi fenomenal karena daunnya lebar dan bergelombang. Tekstur tulang daun jelas dan tegas. Pembiakan tanaman hias tersebut juga butuh waktu lama, untuk mendapatkan biji paling tidak 9 bulan. Ketika biji mulai ditanam, batang dan daun mulai timbul setelah berumur 9 - 18 bulan. Untuk mendapatkan tanaman yang sempurna perlu diperhatikan media, sinar, dan kelembaban tanah. Harga tanaman hias terutama jenis yang tengah digandrungi memang sering tidak realistis. Apalagi bagi kalangan yang bukan pecinta tanaman, kata Didik. Namun bagi kolektor, nilai tanaman hias berdasarkan perasaan dan naluri. Tingginya harga tanaman hias membuat pedagang harus ekstra hati- hati terutama saat mengikuti pameran. Pasalnya, tanaman hias terutama yang sudah mencapai jutaan rupiah menjadi incaran pengunjung. Maka tak jarang ada tanaman hilang saat pameran. Jadi, memang sulit dipatok, ujarnya sembari menambahkan anthurium gelombang cinta memang benar-benar fonomenal karena tidak hanya membuat kolektor kelimpungan, tetapi juga mampu menyihir masyarakat terutama yang gemar menanam berbagai jenis tanaman hias di halaman rumah. Padahal, jenis tanaman hias yang unggul pada daun yang bergelombang tersebut tidak tahan sengatan matahari. Perlakuan terhadap anthurium dengan eforbia atau adenium sangat menyolok. Sebab, dua tanaman terakhir justru suka sengatan matahari sehingga lebih mudah perawatannya. Memang, diakui Koko, pemilik Grace Nursery Gresik, perubahan tren pada tananam hias begitu cepat. Sekitar tahun 2004, yang booming jenis eforbia dan adenium. Bahkan adenium lokal bisa mencapai Rp 35 juta. Apalagi permintaan tidak hanya dari wilayah Jawa Timur, tetapi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hampir setiap dua minggu saya mengirim adenimum minimal dua truk ke NTB, ujarnya. Harga terjangkau Menggilanya harga tanaman hias mendorong Koko untuk mengembangkan tanaman adenimun dan eforbia dengan harga terjangkau masyarakat luas. Misalnya, seharga Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per batang. Alasannya, tidak semua pembeli tanaman hias gila akan jenis yang tengah merajai pasar. Namun, ada konsumen yang cuma sekadar memiliki sehingga harga harus terjangkau semua kalangan. Kendati demikian, ada juga tanaman hias sejenis dengan harga Rp 2,5 juta per batang seperti jenis eforbia jenis chain of love (jalinan cinta). Bagi Yoyok Sujatmiko, pedagang tanaman hias di Sukodono, Sidoarjo, sebagai pedagang dan kolektor, dia rajin mengunjungi pameran tanaman hias. Hampir semua jenis tanaman yang sedang ngetrend dimiliki. Saya siap jual jika tawaran sesuai, ujar Yoyok yang kini memburu anthurium jenis gelombang cinta. Kekurangan bibit jenis tertentu juga salah satu pemicu melambungnya harga tanam hias. Dengan demikian, untuk mendapatkan tanaman hias dengan pertumbuhan yang pesat, secara rutin perlu pemberian fungisida, pestisida tiga kali seminggu, insktisida, dan vitamin B1. Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Tri Rismaharini, harga tanaman hias jenis tertentu memang cenderung tidak masuk akal. Cuma biasanya harga mahal untuk jenis tertentu tidak berlangsung lama karena perubahan begitu cepat. Apalagi, pedagang pun semakin kreatif dengan memunculkan tanaman hias satu batang dengan tiga warna kembang atau beberapa jenis daun. Begitu jenis tanaman hias menjadi tanaman massal, seperti eforbia atau adenium, harganya pun langsung melorot. Minat warga Surabaya untuk mengembangkan tanaman hias di rumah terus meningkat sehingga begitu muncul jenis baru, harga pun langsung melambung, katanya. Tingginya minat mengembangkan tanaman hias di rumah dan di kantor tercermin dari semakin banyaknya pedagang tanaman hias yang berkeliling di kompleks perumahan. Pedagang tersebut pun tidak ketinggalan membawa tanaman jenis baru yang tengah digandrungi masyarakat. Para kolektor dan pedagang pun rutin bertemu memperbincangkan tanaman hias yang tengah diminati pasar. Pertemuan sesama kolektor atau pedagang dilakukan secara informal, dan setiap pertemuan muncul harga baru yang cenderung makin fantastis. Di setiap ajang pameran pun para kolektor tak berhenti ber-buru jenis terbaru. Akibatnya, harga semakin sulit dikendalikan. Sementara pengunjung pameran tanaman hias bukan komunitas kolektor, hanya bisa menghela napas panjang saat memelototi harga yang tercantum pada vas. Wuih harga tanaman kok Rp 2 juta, ungkap Ria (35), seorang ibu rumah tangga saat mengunjungi bursa tanaman hias di UPN Veteran Surabaya. Membeli tanaman hias memang tak sekadar memandang harga, tetapi proses pembiakan yang lama serta keunikan. Jadi, harga tanaman hias sangat bergantung selera. Membeli tanaman hias, tidak sekadar memandang harga, tetapi proses pembiakan yang lama serta keunikannya. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/10/jatim/72173.htm
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar